Tips &Trik : Kembangkan Aplikasi Android di Google Play dengan Formula ini

aplikasi android

Aplikasi Android tidak asing lagi di mata kita. Sekarang banyak sekali perusahaan yang bergerak di jasa pembuatan aplikasi android. Google Play sebagai salah satu penampung aplikasi android memiliki jutaan aplikasi android dari yang berbayar maupun gratis. Akan sangat neruntung jika aplikasi anda mampu berkembang di Google Play store. Untuk itu mari simak tipsnya suapaya aplikasi anda dapat berkembang di Google Play. Sebelum kita membahas tentang tips dan trik nya, hal yang tidak kalah penting yang perlu anda  ketahui adalah bagaimana besar potensi mengembangkan aplikasi mobile.

Potensi mengembangkan aplikasi mobile masih sangat besar, terutama aplikasi Android. Dilansir dari David Yin, Business Developer Google Play Singapore, Indonesia, and Australia hadir di Developer Stage Tech in Asia Singapore 2016. Ia memberikan tip bagaimana mengembangkan aplikasi dan rahasia bisa sukses di Google Play. Dalam presentasinya mengatakan di seluruh dunia terdapat 1,4 miliar perangkat Android dan 1,5 juta perangkat yang aktif setiap harinya . Berikut adalah tiga topik utama yang dibahas oleh David :

1. Ranah Yang Basah

statistik

Google Play Store memiliki 1 miliar pengguna aktif setiap bulan dengan rekor 50 miliar unduhan pada tahun 2014. Angka tersebut berasal dari 190 lebih negara yang membuka akses Google Play. Dari total negara tersebut, terdapat 130 negara yang memungkinkan developer untuk menjual aplikasi dan game mobile yang mereka buat.

Google Play sendiri telah menyediakan 61 bentuk pembayaran di ratusan negara yang menjadi basis operasi toko aplikasi ini. David menambahkan, 400 juta lebih pengguna telah memiliki akses dari beragam bentuk pembayaran tersebut.

Terdapat tiga bentuk sistem pembayaran yang paling banyak digunakan. Pertama adalah sistem pembayaran dengan potong pulsa yang telah digunakan di 38 negara. Kedua adalah pembelian aplikasi menggunakan Google Play Gift Card yang sudah tersedia di 30 negara. Ketiga adalah pembayaran melalui PayPal yang bisa digunakan di 21 negara di dunia.

2. Lokalisasi harga

harga

Tips pertama yang dijelaskan oleh David adalah mengatur harga dari aplikasi. Ia menyarankan agar para developer melakukan lokalisasi tarif aplikasi, bergantung pada negaranya. Anda tidak perlu khawatir. Karena beberapa waktu lalu, Google telah melakukan pembaruan harga minimum dari sebuah aplikasi di sejumlah negara-negara di Asia Tenggara. Sebagai contoh di Indonesia harga terendah aplikasi turun menjadi Rp3.000 dari harga minimum awal yaitu Rp12.000. Dengan harga yang lebih murah, tentunya pengguna yang tertarik menggunakan aplikasi jumlahnya akan lebih banyak dan tentunya meningkatkan pendapatan. Selain itu untuk di Indonesia, pengguna Android juga bisa membeli aplikasi dengan sistem potong pulsa.

baca juga : tips & trik kunci sukses pembangunan dan developer aplikasi android menurut petinggi google

Lokalisasi harga ini sudah terbukti dapat meningkatkan daya beli pengguna. Sebagai contoh, penjualan aplikasi Android di Jerman mengalami pertumbuhan sebesar 70 persen dari tahun ke tahun. Bahkan di Rusia pertumbuhannya mencapai 100 persen dari tahun ke tahun.

3. Rating vs jumlah unduhan

rating

Tips Selanjutnya yakni Rating atau  jumlah unduhan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat unduhan dari setiap aplikasi. Salah satu faktor yang dijelaskan oleh David adalah rating dari sebuah aplikasi. Aplikasi denganrating tinggi akan menghasilkan penjualan yang lebih signifikan.

Hal itu bahkan terjadi saat perpindahan rating. Sebagai contoh, sebuah aplikasi yang awalnya memiliki rating dua kemudian meningkat menjadi tiga bisa menghasilkan peningkatan penjualan sampai sembilan kali.Di sisi lain, aplikasi yang memiliki rating rendah akan membuat pengguna enggan untuk mengunduh dan tentunya berpikir dua kali sebelum membeli aplikasi tersebut.

Jadi berdasarkan data analisis Google, aplikasi yang memiliki rating rendah, 32 persen disebabkan karena terdapat crash dan bug di aplikasi tersebut. Faktor lainnya sebesar empat belas persen dikarenakan jaringan internet yang lambat.

Terdapat empat kriteria utama yang membuat sebuah aplikasi berkualitas, yaitu :

Pertama, fitur-fitur yang lengkap dan disukai oleh pengguna.

Kedua, antarmuka dan desain yang mudah digunakan. Sebagai contoh, dengan menggunakan bahasa desain Material, aplikasi Trello berhasil meningkatkan aktivitas pengguna sebesar 42 persen.

Ketiga, aplikasi yang terpercaya dan memiliki performa yang bagus.

Keempat, memiliki fitur-fitur terkini yang terdapat di versi terakhir dari Android.

Tidak hanya itu, David juga memberikan beberapa tip untuk bisa mengembangkan aplikasi yang berkualitas, seperti:

Melakukan pengujian iterasi tahap pengujian, sebelum aplikasi resmi dipasarkan di Google Play. Mulai dari tahap Alpha, Beta, Staged Rollout (rilis terbatas), hingga Full Rollout (rilis final).

Setelah diluncurkan, developer juga tetap bisa melakukan pengujian untuk fitur-fitur berikutnya. Salah satu caranya adalah dengan mengaktifkan fitur Beta Program. Hal ini memungkinkan pengguna yang tertarik bisa mendapatkan fitur-fitur terbaru terlebih dahulu. Di sisi lain developer juga bisa mendapat masukan terkait fitur baru yang akan mereka rilis.

Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan detail-detail kecil, seperti ikon, deskripsi, hingga deskripsi dari aplikasi yang dipasang di Google Play. Detail-detail seperti itu bisa dengan mudah diuji dengan melakukan pembaruani secara berkala sampai menemukan detail yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *